Di balik keberlanjutan produksi alat rumah tangga tradisional seperti cobek, ulekan, dan lumpang, terdapat sosok inspiratif bernama Pak Hartono, tokoh penggerak utama komunitas perajin di Dusun Petung Wulung. Saat ini, terdapat 51 pengrajin aktif yang mayoritas merupakan warga lokal. Mereka bekerja dengan penuh dedikasi setiap pagi hingga siang hari.
Sistem kerja yang diterapkan adalah borongan fleksibel, disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku dan permintaan pasar. Pendekatan ini memungkinkan para perajin untuk terus berkarya tanpa terikat sistem kerja kaku, sekaligus menjaga kualitas produk yang dihasilkan.
Lisensi alat pembuatan cobek oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
(DPMD) Kabupaten Malang per tahun 2025 telah memiliki 51 unit alat.
Skala & Distribusi
● UMKM cobek memproduksi 15–20 cobek per hari
● Distribusi utama:
Para pengrajin mendistribusikan dari pasar ke pasar tradisional di beberapa daerah
● Persebaran wilayah pemasaran : Malang raya, Pasuruan, Jember, Bali dan
Kalimantan